Pengertian Preventif dan Represif

Pengertian Preventif dan Represif
photo by unsplash/randycolasbe

Di dalam manajemen konflik ada 2 istilah yang dikenal dengan tindakan preventif dan tindakan represif. Umumnya kedua istilah ini berfungsi sebagai alat mengendalikan massa yang dalam keadaan mendesak. Lalu, apa yang dimaksud dengan tindakan preventif dan tindakan represif? Apa saja contoh tindakan preventif dan represif? Serta, apa tujuan pengendalian sosial tersebut? Untuk memahaminya lebih mendalam, mari kita ulas secara rinci.

Pengertian Preventif

Pengertian preventif adalah tindakan kontrol sosial yang diambil untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan. Tindakan preventif (pencegahan), yang dilakukan oleh orang-orang baik secara individu maupun dalam kelompok, untuk melindungi diri dari kemungkinan hal-hal buruk.

Karena tujuannya adalah untuk mencegah dan mengurangi terjadinya efek buruk yang tidak diinginkan, makan tindakan pencegahan umumnya lebih murah daripada biaya mitigasi atau mengurangi dampak dari peristiwa buruk yang telah terjadi.

Istilah kata preventif itu sendiri digunakan di banyak bidang, seperti sosial dan kesehatan. Namun pada prinsipnya tetap memiliki arti yang sama, yaitu upaya atau tindakan pencegahan.

Baca Juga: Pengertian Negosiasi, Tujuan, Manfaat, dan Cara Bernegosiasi Yang Baik

Contoh Tindakan Preventif

Berdasarkan dari definisi tindakan preventif diatas, ada banyak contoh kasus tindakan pencegahan yang dilakukan oleh orang-orang baik secara individu maupun dalam kelompok. Berikut ini adalah beberapa contoh upaya tindakan preventif, diantaranya yaitu:

  • Pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ini adalah langkah pencegahan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba ditengah-tengah masyarakat, misalnya melalui konseling, melakukan kegiatan yang bermanfaat, dan lainnya.
  • Tindakan orang tua yang mencegah anak di bawah umur dari menggunakan gadget secara berlebihan, ini adalah upaya preventif sehingga anak tidak kecanduan bermain game berlebihan.
  • Imunisasi bayi, anak kecil dan wanita hamil untuk mencegah kelainan pada penyakit berbahaya.
  • Kampanye berkendara hati-hati dan ikuti rambu lalu lintas untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.
  • Mencegah banjir dengan membersihkan saluran air dan membuang sampah di tempatnya.
  • Tindakan preventif untuk mencegah kerusakan gigi dengan kampanye membersihkan gigi secara teratur dan mengurangi asupan makanan yang dapat merusak gigi.

Sadar atau tidak sadar, orang pada umumnya mengambil tindakan preventif untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi di masa depan. Langkah-langkah pencegahan diambil karena manusia menyadari potensi dan tahu bahwa sesuatu dapat terjadi walaupun tidak diharapkan.

Pengertian Represif

Pengertian represif adalah tindakan kontrol sosial yang terjadi setelah pelanggaran atau peristiwa buruk terjadi. Dengan kata lain, tindakan yang diambil setelah suatu peristiwa terjadi, mis. adanya pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang. Tindakan represif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Dengan cara persuasif

Tindakan persuasif adalah bentuk kontrol sosial dimana individu atau masyarakat dibujuk atau diinstruksikan untuk mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Ini dilakukan melalui sosialisasi dan bimbingan. Berikut ini adalah beberapa contoh tindakan persuasif:

  • Seorang dokter gigi memberi pasien saran dan nasehat tentang cara membersihkan gigi mereka dengan rajin.
  • Saran seorang guru kepada siswanya untuk belajar lebih giat dan menyelesaikan tugas-tugas sehingga mereka dapat mengikuti ujian.
  • Himbauan dari pemerintah untuk membuat masyarakat menjaga lingkungan melalui televisi, internet, atau spanduk.

2. Dengan cara koersif

Tindakan koersif adalah bentuk kontrol sosial yang tegas dan keras. Dengan kata lain, langkah-langkah kontrol sosial adalah dengan menerapkan cara kekerasan dan menjatuhkan sanksi berat. Berikut adalah beberapa contoh tindakan koersif:

  • Polisi lalu lintas memberi sopir sebuah surat tilang karena telah melanggar aturan berlalu lintas.
  • Manajer memecat karyawan yang telah melakukan pelanggaran serius di tempat kerja.
  • Satpol PP menangkap PKL yang menjual di tempat umum yang bukan tempatnya.
  • Guru menghukum siswa yang tidak menyelesaikan tugas rumah mereka.

Baca Juga: Arti Kata Komitmen, Ciri-Ciri, dan Bentuk Sikap Komitmen

Tujuan Pengendalian Sosial dengan Tindakan Preventif dan Koersif

Dari penjelasan diatas tentang definisi preventif dan represif, kita dapat melihat bahwa tujuan keduanya sedikit berbeda, tetapi pada dasarnya tujuan untuk pengendalian sosial adalah sama. Berikut ini adalah beberapa tujuan dari pengendalian sosial:

  • Menciptakan budaya malu untuk masyarakat
  • Menegakkan hukum di masyarakat
  • Untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan pelanggaran nilai-nilai dan norma-norma sosial di masyarakat
  • Menciptakan ketertiban untuk memenuhi aturan yang berlaku
  • Mewujudkan keharmonisan dan kenyamanan dalam masyarakat
  • Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat

Kesimpulan

Tindakan preventif dan represif merupakan cara yang umumnya dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan masyarakatnya. Cara ini cukup efektif, namun harus tetap memperhatikan nilai dan norma di tengah masyarakat dan tidak melanggar hak asasi manusia (HAM).

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *