Mengenal Apa Itu Saham? Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Risiko

Mengenal Apa Itu Saham? Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Risiko
image created by freepik.com

Secara umum, pengertian saham adalah suatu dokumen berharga yang menunjukkan kepemilikan bisnis atau perusahaan. Maka, dengan kata lain, ketika seseorang membeli saham, orang tersebut telah membeli sebagian dari kepemilikan perusahaan.

Saham (stock) juga dapat diartikan sebagai satuan nilai atau akuntansi dalam berbagai instrumen keuangan yang merujuk pada kepemilikan suatu emiten perusahaan. Oleh karena itu, ketika seseorang membeli saham suatu perusahaan, orang tersebut telah memiliki hak atas aset dan pendapatan perusahaan dengan sebagian porsi saham yang dimiliki.

Pada prinsipnya, saham merupakan bukti kepemilikan entitas perusahaan atau badan usaha. Bentuk saham biasanya berupa selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik efek adalah pemilik dari perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

Pengertian Saham Menurut Para Ekonom

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan saham maka dapat kita simak pendapat ahli ekonomi berikut ini:

Swadidji Widoatmodjo

Pengertian saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh suatu perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas atau biasa disebut emiten.

Sapto Raharjo

Pengertian saham adalah suatu nilai yang merupakan instrumen kepemilikan atau partisipasi individu atau lembaga individu dalam suatu perusahaan.

Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin

Pengertian saham adalah bukti kepemilikan perseroan terbatas atau persekutuan oleh suatu instansi. Saham berupa selembar surat berharga yang menunjukkan bahwa pemilik dokumen adalah pemilik dari perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Nofie Iman

Definisi saham adalah suatu jenis surat yang menawarkan peluang untung tinggi tetapi juga memiliki potensi risiko tinggi.

Jenis dan Macam Saham

Berkaitan dengan kemampuan menagih dan menuntut hak, jenis saham dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

  • Common stock (saham biasa)

Yang dimaksud dengan saham biasa adalah surat berharga yang dapat diklaim berdasarkan untung dan rugi yang terjadi di sebuah perusahaan. Jika likuidasi dilakukan, pemegang saham biasa akan menjadi prioritas terakhir dalam pembagian dividen hasil penjualan aset perseroan.

Dalam common stock, pemegang saham memiliki kewajiban cukup terbatas. Dengan kata lain, pada saat perseroan menyatakan pailit, kerugian maksimal yang dialami pemegang saham sama dengan investasi pada saham yang diperoleh.

Ciri dan karakteristik saham biasa (common stock) adalah sebagai berikut:

  1. Pemegang saham memiliki hak suara pada saat memilih direksi
  2. Hak pemegang saham didahulukan ketika perusahaan menerbitkan saham baru
  3. Pemegang saham memiliki kewajiban terbatas, yang setara dengan saham yang mereka miliki
  • Preferred stock (saham preferen)

Saham preferen didefinisikan sebagai tindakan di mana kepemilikan saham dalam laba ditetapkan dan, ketika perusahaan menderita kerugian, pemegang saham preferen akan mendapat prioritas tertinggi saat berbagi hasil penjualan aset.

Saham preferen memiliki kesamaan konsep dengan obligasi, yaitu adanya klaim atas laba dan aset sebelumnya, dividen tetap selama masa berlakunya saham, berhak untuk dilunasi dan dapat ditukar (convertible) dengan saham biasa.

Ciri dan karakteristik saham preferen adalah sebagai berikut:

  1. Ada beberapa level yang dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda-beda
  2. Ada klaim atas pendapatan dan aset dan prioritas tinggi diberikan dalam pembagian dividen
  3. Saham preferen dapat ditukar dengan saham biasa berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan pemegang saham.

Jika dilihat dari segi kinerja bisnis, saham dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu:

  1. Blue chip stock (saham premium), yang merupakan saham biasa perusahaan ternama, pemimpin pasar pada industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan terdiri dari pembagian dividen.
  2. Income stock (saham pendapatan), yaitu, saham suatu emiten dengan kemampuan membayar dividen di atas rata-rata pembayaran dividen tahun sebelumnya. Saham sejenis ini umumnya dapat memberikan pendapatan yang lebih tinggi dan secara rutin membayar dividen secara tunai.
  3. Growth stock (saham pertumbuhan), yaitu jenis saham yang terdiri dari well-known stocks dan lesser-known stock. Well-known stock adalah saham emiten dengan pertumbuhan pendapatan tinggi, pemimpin pasar di industri serupa, dan dengan reputasi hebat. Lesser-known stok adalah suatu emiten yang bukan pemimpin pasar dalam industri, tetapi memiliki karakteristik pertumbuhan saham yang diketahui.
  4. Speculative stock (saham spekulatif), yaitu saham suatu perusahaan yang mungkin setiap tahunnya belum memiliki pendapatan rutin, namun berpotensi memiliki pendapatan yang tinggi di masa mendatang, meskipun hal tersebut tidak ada kepastian.
  5. Counter cyclical stocks, yaitu jenis saham yang tidak lagi dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi atau situasi bisnis secara umum. Nilai harga saham tersebut bisa tetap tinggi ketika resesi ekonomi karena emiten bisa memperoleh pendapatan yang tinggi sehingga bisa memberikan dividen yang tinggi pula.

Keuntungan dan Manfaat Saham

Salah satu keunggulan utama saham yaitu dapat digunakan sebagai instrumen investasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Orang-orang yang menggunakan saham sebagai investasi jangka pendek seringkali menginginkan capital gain karena adanya perbedaan antara harga beli dan harga jual. Berbeda dengan orang-orang yang menggunakan saham sebagai investasi jangka panjang, dimana biasanya mereka membeli saham atau menyimpan sahamnya tersebut.

Oleh karena itu, ada dua keuntungan yang bisa didapat investor dalam membeli saham:

  1. Capital gain, yaitu suatu keuntungan yang akan diperoleh dari selisih harga jual saham yang lebih besar dari harga beli. Semua investor saham memperoleh keuntungan berdasarkan ukuran saham yang mereka miliki.
  2. Dividen, yaitu suatu keuntungan yang diperoleh dari pembagian dividen tunai dari penerbit saham. Ini adalah pendapatan tambahan yang akan diperoleh investor yang membeli saham emiten dengan pengembalian keuntungan yang relatif lebih besar.

Risiko Berinvestasi Saham

Meski sering dianggap sebagai investasi yang sangat menguntungkan, namun pada dasarnya berinvestasi di saham memiliki risiko tersendiri. Beberapa risiko investasi di saham adalah sebagai berikut:

  • Risiko likuiditas

Risiko ini rentan terjadi pada saat emiten bangkrut atau dalam likuidasi ketika pemegang saham memiliki hak akhir untuk mengklaim aset perusahaan setelah membayar kewajiban dari penerbit. Bahkan pemegang saham tidak bisa mendapatkan apa-apa ketika asetnya tidak tersisa setelah emiten melunasi kewajibannya.

  • Risiko penghapusan saham dari bursa

Ada beberapa alasan mengapa saham dikeluarkan dari bursa dan tidak bisa diperdagangkan lagi. Tentunya hal ini akan menyebabkan emiten dan pemegang saham merugi.

  • Risiko akan kehilangan modal

Risiko ini rentan terjadi jika harga beli saham lebih tinggi dari harga jual, sehingga pemegang saham kehilangan modalnya atau sering dikenal dengan istilah capital loss.

  • Risiko tidak ada pembagian dividen

Risiko ini umum terjadi ketika emiten menggunakan keuntungan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya, sehingga pihak manajemen memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

Kesimpulan

Saham merupakan instrumen keuangan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan dan investor. Fungsi utamanya bagi perusahaan adalah untuk menghimpun dana untuk mengelola perusahaan agar semakin tumbuh dan berkembang.

1 Shares:
Leave a Reply