Pengertian Sistem Ekonomi dan Mengenal Sistem Ekonomi Yang Dianut Berbagai Negara

Pengertian Sistem Ekonomi, Fungsi, Jenis, Manfaat, Tujuan, dan Contonya
Photo by Min An from Pexels

Saat ini setiap negara didunia selain memiliki sistem bernegara, mereka juga harus memiliki sistem ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan bangsanya. Ada banyak sistem ekonomi dengan berbagai model yang dapat disesuaikan dengan kondisi negara penganutnya Dari penjelasan para ahli mengenai pengertian sistem ekonomi, menyimpulkan bahwa setiap negara harus memiliki mekanisme dalam menjalankan roda ekonomi nasional.

Di Indonesia saat ini menganut sistem ekonomi campuran. Hal ini dilakukan karena melihat kondisi politik, kultur, sosial dan lainnya. Asas atau prinsip yang dianut dalam menjalankan aktivitas ekonomi nasional adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Walaupun pada praktiknya masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan.

Apa Yang Dimaksud Dengan Sistem Ekonomi?

Pengertian sistem ekonomi adalah sistem atau mekanisme yang digunakan oleh suatu negara, baik pemerintah atau swasta, untuk mengelola segala kegiatan ekonomi masyarakat. Pada prakteknya, suatu sistem ekonomi harus didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat luas.

Tiap negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda, tergantung situasi dan kondisi negaranya. Sistem ekonomi terbaik di suatu negara belum tentu memberikan hasil yang sama bila diterapkan di negara lain.

Baca Juga: Contoh Globalisasi di Bidang Pendidikan, Budaya, Ekonomi, dan Teknologi

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu sistem ekonomi, kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Gregory Grossman & M. Manu

Pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen atau elemen yang terdiri dari unit-unit ekonomi dan kelembagaan ekonomi yang tidak hanya saling berhubungan dan berinteraksi, tetapi juga saling mendukung, menopang, dan saling mempengaruhi.

2. Mc Eachern

Pengertian sistem ekonomi adalah seperangkat mekanisme dan lembaga untuk menjawab pertanyaan tentang apa, bagaimana dan untuk siapa (what, how, & for whom) barang dan jasa diproduksi.

3. M. Hatta

Sistem perekonomian yang baik untuk diterapkan di Indonesia haruslah berdasarkan asas kekeluargaan.

4. Gilarso

Pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan prosedur untuk mengkoordinasikan perilaku masyarakat (produsen, konsumen, pemerintah, bank, dll) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dll.) sehingga terbentuk satu kesatuan yang terorganisir dan dinamis.

5. Dumairy Dumairy

Pengertian sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur dan menjalin hubungan ekonomi antara manusia dengan seperangkat kelembagaan dengan ketahanan.

Fungsi Sistem Perekonomian

Sistem ekonomi memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara. Secara umum, ada beberapa fungsi sistem perekonomian adalah:

  • Memberikan dorongan pada kegiatan produktif suatu negara.
  • Mengkoordinasikan semua aktivitas individu yang berhubungan dengan ekonomi.
  • Mengatur pendistribusian hasil produksi kepada seluruh anggota masyarakat agar kegiatan ekonomi berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.
  • Menciptakan mekanisme tertentu dalam pendistribusian barang dan jasa agar dapat berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Pengertian Anggaran Pada Perusahaan, Fungsi, Manfaat, dan Karakteristiknya

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Ada beberapa jenis sistem ekonomi yang berbagai negara anut di dunia, diantaranya yaitu:

1. Sistem ekonomi tradisional

Jenis sistem ekonomi ini banyak digunakan dalam organisasi tempat kehidupan ekonomi itu didasarkan pada tradisi dan kebiasaan masyarakat, secara turun-temurun dan didasarkan pada faktor produksi sebagaimana adanya. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:

  • Pembagian porsi kerja tidak jelas.
  • Sangat tergantung pada sektor pertanian.
  • Masih terikat dengan tradisi dan cenderung tidak dinamis.
  • Penggunaan teknologi dalam kegiatan produksi masih sangat sederhana.

Keunggulan sistem ekonomi tradisional yaitu masih adanya kejujuran dan semangat kekeluargaan semua anggotanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sistem ekonomi ini memiliki kekurangan, yaitu sulitnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke arah yang lebih baik.

2. Sistem ekonomi terpusat (komando)

Sistem ekonomi terpusat ini sangat identik dengan ideologi sosialis, dimana pada prinsip dan prakteknya sistem ekonomi ini menempatkan pemerintah sebagai otoritas dominan dalam pengaturan segala kegiatan ekonomi. Ciri dan karakteristik sistem ekonomi terpusat / sosialis, yaitu

  • Semua kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, penetapan harga dan konsumsi) diatur oleh pemerintah.
  • Pemerintah tidak mengakui hak milik individu dan tidak ada kebebasan untuk menjalankan bisnis.
  • Semua peralatan produksi dikendalikan oleh negara.

Bentuk pengendalian yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membatasi kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Beberapa negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, antara lain:

  • Rusia
  • China
  • Negara-negara Eropa Timur (pecahan Uni Soviet)

3. Sistem ekonomi liberal

Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada kebebasan yang seluas-luasnya untuk semua orang dalam melakukan kegiatan ekonomi tanpa diganggu oleh pemerintah. Karakteristik sistem ekonomi liberal / kapitalis:

  • Setiap orang memiliki kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi.
  • Setiap orang memiliki kebebasan untuk memiliki barang modal (capital goods).
  • Semua kegiatan ekonomi dapat dilakukan berdasarkan hasrat untuk keuntungan pribadi.

Jadi, pada penerapannya pemerintah tidak ikut campur untuk membuat keputusan ekonomi agar rakyat bisa mendapatkan keuntungan pribadi yang sebesar-besarnya. Beberapa negara yang menjalankan sistem ekonomi kapital, antara lain:

  1. Amerika Serikat
  2. Kanada
  3. Inggris
  4. Irlandia
  5. Perancis
  6. dan lainnya

4. Sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disamping itu pemerintah juga campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Karakteristik sistem ekonomi campuran, yaitu:

  • Pemerintah membatasi swasta dalam pengelolaan sektor tertentu, terutama yang menyangkut harkat dan martabat masyarakat.
  • Pemerintah memiliki kewenangan dan mengintervensi pengaturan mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi.
  • Pemerintah pun turut campur dalam segala kegiatan ekonomi dengan mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi.
  • Pemerintah mengakui hak milik individu selama tidak merugikan kepentingan masyarakat umum.

Intervensi pemerintah bertujuan untuk mencegah kelompok masyarakat menguasai sepenuhnya sumber daya ekonomi yang ada. Contoh negara yang mempraktikkan sistem ini adalah Indonesia.

Baca Juga: Pengertian Pasar Modal atau Pasar Uang, Jenis, dan Manfaatnya

Kesimpulan

Dengan memahami apa itu sistem ekonomi, kita dapat mengidentifikasi dan menentukan sistem ekonomi apa yang cocok pada suatu negara, dengan mempertimpangkan kondisi politik, sosial, kultur, sumber daya alam, dan lainnya.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *