Pengertian Valuta Asing (Valas), Fungsi, dan Sistemnya Dalam Perbankan

Pengertian Valuta Asing (Valas), Fungsi, dan Sistemnya Dalam Perbankan
Photo by David McBee from Pexels

Pengertian nilai tukar mata uang asing atau valuta asing (valas) adalah tempat pertukaran atau konversi mata uang dari suatu negara dengan mata uang negara lain. Misalnya, kamu dapat menukar dolar AS dengan Yuan China, atau juga menukarkan Rupiah dengan Dolar AS untuk keperluan bisnis. Namun mata uang yang akan ditukar memiliki rate atau kursnya sendiri, misalnya $1 US sama dengan Rp. 13.850, dan seseorang dapat menukar dolar AS pada tingkat konversi yang ditetapkan.

Transaksi mata uang terjadi di pasar valuta asing, yang juga dikenal dengan pasar valuta asing. Pasar valuta asing merupakan tempat untuk menukar beberapa mata uang negara yang berbeda, tentunya nilai tukar atau kurs harga tersebut berdasarkan nilai tukar. Kurs atau nilai tukar adalah harga mata uang yang akan ditukar dengan mata uang lain yang berlaku di suatu negara.

Sistem Valuta Asing Yang DIterapkan

Ada beberapa jenis sistem valas yang diterapkan oleh lembaga keuangan negara, diantaranya sebagai berikut:

1. Sistem kurs floating atau bebas

Sistem nilai tukar floating berarti membuat nilai tukar terpisah dari permintaan dan penawaran valuta asing. Sehingga pemerintah tidak ikut campur dalam menentukan nilai tukar mata uang yang akan diperdagangkan.

Sebagai contoh, seseorang ingin belanja di marketplace ecommerce dunia. Marketplace tersebut hanya menerima pembayaran dengan dollar US, maka orang yang bersangkutan yang menggunakan mata uang rupiah harus menukarnya terlebih dahulu dengan dolar melalui situs marketplace tersebut.

Tidak ada campur tangan dari pemerintah negara tempat pembeli tinggal. Jadi kurs pasar disebut kurs bebas. Nilai tukar pasar juga dapat berubah sewaktu-waktu karena berbagai faktor yang mempengaruhinya.

2. Sistem kurs tetap

Pemerintah negara tempat tinggal mencampuri sistem nilai tukar tetap ini. Sistem nilai tukar ini juga ditentukan oleh bank sentral yang secara aktif terlibat dalam transaksi valuta asing.

Dengan ketentuan yang diterbitkan oleh pemerintah, ketika kita ingin menukar uang di satu bank dengan bank lain, nilai tukarnya sama. Kemudian, bank juga tidak bisa mengubah nilai tukar itu sendiri karena ada hubungan dengan pemerintah. Jika bank menyimpang dan tidak memenuhi standar akan dikenakan sanksi.

3. Sistem nilai tukar yang terkontrol

Untuk jenis sistem ketiga, pemerintah atau bank memiliki kewenangan untuk menentukan nilai alokasi penggunaan mata uang asing yang tersedia atau beredar. Sehingga pasar valas akan tetap stabil dan tidak akan banyak terjadi inflasi. Sistem ini sangat berguna untuk memantau ketersediaan devisa negara dalam kegiatan perdagangan ekspor dan impor.

Fungsi Valas Dalam Bisnis

Ada beberapa fungsi valas untuk mendukung kelancaran bisnis perusahaan, terutama perusahaan yang bergerak dibidang ekspor dan impor.

1. Instrumen dan pembayaran internasional

Mata uang asing sangat penting dalam transaksi perdagangan internasional, seperti ekspor dan impor. Valas digunakan sebagai alat untuk menukar barang atau jasa dengan negara lain.

Sebagai contoh, Indonesia ingin mengimpor beras dari China, jadi China tidak menerima pembayaran dengan IDR (Indonesia Rupiah), mereka pasti ingin kita membayarnya dalam dolar. Oleh karena itu, mata uang berperan dalam transaksi ini. Kemudian, jika pemerintah berhutang dengan negara lain, maka cicilan dan bunganya dibayarkan dalam mata uang asing.

2. Alat kontrol nilai tukar

Dengan pasar valuta asing, pemerintah juga dapat mengontrol nilai tukar. Jika mata uang negara itu melemah atau menguat. Misalnya, dengan nilai tukar IDR terhadap dollar US, kita tahu bahwa nilai tukar rupiah naik atau turun. Sehingga nilai tukar mata uang asing digunakan sebagai acuan untuk mengontrol nilai mata uang suatu negara.

3. Alat untuk mengefisienkan perdagangan internasional

Dengan adanya nilai tukar mata uang asing, perdagangan internasional menjadi lebih mudah. Terlebih lagi saat ini, dengan perkembangan teknologi siapapun bisa melakukan transaksi bisnis antar negara tanpa adanya kendala. Jika tidak ada mata uang, perdagangan internasional dapat terganggu, bahkan transaksi tidak dapat dilakukan.

Kesimpulan

Seiring waktu, perdagangan internasional telah menjadi hal yang lumrah di seluruh dunia dan mata uang asing telah menjadi sangat penting dalam perdagangan internasional. Namun, terkadang perbedaan nilai tukar juga bisa menjadi masalah tersendiri jika perusahaan ingin mengekspansi produknya secara global.

2 Shares:
Leave a Reply