Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel Dalam Ilmu Ekonomi

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel Dalam Ilmu Ekonomi
image by diffzi.com

Tergantung pada variabilitasnya, biaya diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel. Untuk Biaya tetap, seperti namanya, adalah biaya total, berapapun jumlah produk yang diproduksi. Sedangkan biaya variabel bervariasi tergantung dari jumlah output yang diproduksi. Dan untuk biaya semi variabel, adalah jenis biaya yang memiliki karakteristik menggabungkan kedua biaya tersebut.

Saat mencari titik impas atau BEP (Break Event Point), kita harus bisa membedakan dua jenis biaya yaitu biaya tetap dan juga biaya variabel. Definisi biaya tetap adalah biaya yang tidak berbeda dengan perubahan tingkat aktivitas dalam jangka pendek. Sebaliknya, definisi biaya variabel mengacu pada biaya elemen, yang memiliki kecenderungan berubah dengan perubahan tingkat aktivitas.

Ketika mengerjakan biaya produksi, seseorang harus mengetahui perbedaan antara biaya tetap dan biaya variabel. Jadi, disini telah merangkum perbedaan antara dua biaya tersebut:

Definisi biaya tetap (fixed cost)

Biaya tetap (fixed cost) merupakan biaya yang tetap konstan pada berbagai tingkat output yang diproduksi oleh suatu perusahaan manufaktur. Biaya-biaya ini tidak terpengaruh oleh fluktuasi sesaat dalam tingkat kegiatan perusahaan.

Meskipun biaya ini bersifat konstan dan tetap, bukan berarti biaya tersebut tidak akan berubah di masa mendatang. Namun, biaya ini cenderung tidak dapat diubah dalam jangka pendek.

Sebagai contoh, jika menjalankan bisnis di gedung sewaan. Biaya sewa gedung akan ditagihkan kepada kamu, terlepas dari apakah kamu melakukan banyak produksi atau tidak melakukan apa pun. Oleh karena itu, biaya sewa merupakan biaya tetap selama periode sampai perpanjangan sewa gedung akan naik atau turun.

Biaya tetap secara total akan sama, tetapi perubahan terjadi di setiap unit. Berikut ini adalah ilustrasinya

Jika biaya tetapnya Rp 25 juta, dan output yang diproduksi pada kuartal pertama 5000 unit, kedua 5500 unit, dan ketiga 4000 unit.

Sekarang, dalam situasi seperti ini, yang kita akan lihat adalah total biaya tetap yang tidak berubah selama tiga periode produksi. Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa

  • Kuartal 1, Rp 25.000.000 / 5.000, yaitu Rp. 5.000
  • Kuartal 2, Rp 25.000.000 / 5500, yaitu Rp. 4.545
  • kuartal 3, Rp 25.000.000 / 4000, yaitu Rp. 6.250

Ada 2 (dua) jenis biaya tetap (fixed cost), yaitu:

  1. Biaya komitmen (Committed fixed cost)
  2. Biaya discretionary (Discretionary fixed cost)

Definisi biaya variabel (variable cost)

Biaya variabel adalah biaya yang berubah dengan perubahan jumlah output yang diproduksi. Jenis biaya ini dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat aktivitas perusahaan secara langsung.

Biaya-biaya ini bervariasi sesuai dengan variasi volume, artinya pada saat terjadi peningkatan produksi, biaya variabel ini juga meningkat secara proporsional dalam persentase yang sama, sehingga bila tidak ada kegiatan produksi tidak akan ada biaya tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa biaya tersebut berbanding lurus dengan unit yang diproduksi oleh perusahaan.

Jumlah biaya variabel tetap sama di setiap unit, tetapi memerlukan perubahan total di setiap biaya. Contohnya sebagai berikut:

Ketika biaya variabelnya adalah Rp. 3500 per unit, dan output yang diproduksi pada kuartal pertama 5000, kuarta kedua 5500, dan ketiga 4.000 unit.

Untuk kasus di atas, terlihat bahwa tingkat produksi berubah di semua periode produksi, sehingga variable cost juga akan berubah, tetapi hanya secara total, bukan harga satuan.

Berikut perhitungan biaya variabel setiap kuartal:

  • Kuartal 1, 5000 x Rp. 3500 = Rp. 1.750.000
  • Kuartal 2, 5500 x Rp. 3500 = Rp. 1.925.000
  • Kuartal 3, 4000 x Rp. 3500 = Rp. 1.400.000

Biaya tersebut terbagi dalam 2 (dua) kategori yaitu biaya variabel langsung dan biaya variabel tidak langsung.

Perbedaan Antara Fixed Cost dan Variable Cost

Di bawah ini adalah beberapa poin penting mengenai perbedaan kedua biaya tersebut dalam ilmu akuntansi:

  • Biaya tetap merupakan biaya yang tidak bervariasi dengan perubahan jumlah unit produksi. Sedangkan, biaya variabel adalah biaya yang bervariasi sesuai dengan perubahan jumlah unit produksi.
  • Biaya tetap berhubungan dengan waktu, yaitu tetap konstan untuk suatu periode. Berbeda dengan biaya variabel yang terkait dengan volume, yang berubah dengan adanya perubahan volume.
  • Biaya tetap adalah biaya yang bersifat pasti, yang akan dihasilkan meskipun tidak ada output yang dihasilkan. Sebaliknya, biaya variabel adalah inert dan hanya terjadi ketika perusahaan berproduksi.
  • Perubahan biaya tetap adalah per unit. Dan, biaya variabel tetap konstan per unit.
  • Contoh biaya tetap adalah sewa, gaji, depresiasi, pajak, komisi, biaya asuransi, dan sebagainya. Dan, contoh biaya variabel adalah biaya pengemasan, pengiriman, upah, bahan yang dikonsumsi, dan sebagainya.
  • Biaya tetap tidak termasuk pada saat penilaian persediaan, tetapi biaya variabel dimasukkan.

Kesimpulan

Nah, demikianlah penjelasan singkat mengenai perbedaan biaya tetap dan biaya variabel. Dalam manajemen produksi kedua instrumen ini menjadi pertimbangan yang harus diperhitungkan dengan baik dan benar.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *