fbpx
Pengertian-Sistem-Informasi-Manajemen-Menurut-Para-Ahli

Sistem Informasi Manajemen: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Kategori, Penerapan dan Manfaat

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen dapat diartikan sebagai suatu sistem perencanaan organisasi atau perusahaan yang melibatkan pengendalian internal seperti pemanfaatan sumber daya, teknologi, dokumen, dan akuntansi manajemen sebagai salah satu strategi dalam mengembangkan bisnis.

Secara umum sistem informasi dalam suatu perusahaan bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan hingga menganalisa data dan informasi kemudian disebarkan untuk tujuan yang spesifik.

Management information system digunakan sebagai acuan atau panduan untuk pengambilan keputusan di dalam organisasi atau perusahaan. Untuk mengetahui lebih dalam tentang fungsi, tujuan, kategori dan manfaat sistem informasi akan dibahas lengkap dalam artikel ini.

Definisi Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah menjelaskan definisi dari management information system, diantaranya adalah:

1. Bodnar dan Hopwood

Bodnar dan Hopwood menjelaskan management information system adalah kumpulan dari perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware) untuk mentransformasikan data ke dalam suatu bentuk informasi yang lebih berguna.

2. James O’Brien

James O’Brien mendefinisikan management information system adalah kombinasi dari setiap unit yang dikelola oleh user (manusia), software, hardware, jaringan komputer dan jaringan komunikasi data, dan juga database yang mengumpulkan, merubah, dan menyebarkan informasi organisasi.

3. Azhar Susanto

Azhar Susanto menjelaskan bahwa manajemen sistem informasi adalah kumpulan (group) dari sub-sistem (komponen) apapun, baik fisik atau non fisik yang saling berkaitan satu sama lain dan memiliki fungsi dalam hal pengevaluasian, pengendalian dan perbaikan berkelanjutan.

4. James AF Stoner

James AF Stoner mendefinisikan management information system adalah metode formal yang memberikan pihak manajemen sebuah informasi yang tepat waktu, dapat dipercaya, dan dapat mendukung proses pengambilan keputusan bagi perencanaan, pengawasan, serta fungsi operasi sebuah organisasi yang lebih efektif.

5. Gordon B. Davis

Gordon B. Davis menjelaskan bahwa management information system adalah suatu sistem yang terintegrasi antara manusia dan mesin yang mampu memberikan informasi sedemikian rupa untuk menunjang jalannya manajemen, operasional, dan fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

6. Raymond McLeod Jr

Raymond McLeod Jr. mendefinisikan manajemen sistem informasi adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Informasi tersebut menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.

7. Nash dan Robert

Nash dan Robert mendefinisikan management information system sebagai kombinasi dari user, prosedur, media, teknologi, dan juga pengendalian, yang memiliki tujuan tertentu. Tujuannya untuk mendapatkan jalur komunikasi, memproses tipe transaksi, dan memberi sinyal kepada manajemen terhadap kejadian di internal suatu organisasi atau perusahaan.

8. Joel D. Aron

Joel D. Aron mendefinisikan management information system adalah sebuah sistem informasi yang memberikan informasi/ data yang dibutuhkan oleh seorang manajer dalam mengambil keputusan.

9. Danu Wira Pangestu

Danu Wira Pangestu mendefinisikan manajemen sistem informasi adalah kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna bagi semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

Baca Juga:

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Setiap organisasi atau perusahaan pasti membutuhkan sistem informasi yang handal untuk menghadapi kompleksitas bisnis yang tinggi. Tanpa informasi yang tepat, sulit bagi organisasi untuk mengambil langkah yang benar dalam proses pengambilan keputusan.

Berdasarkan faktor diatas, berikut ini fungsi sistem informasi manajemen pada setiap entitas bisnis.

1. Pengambilan Keputusan.

Sistem ini berperan penting dalam proses pengambilan keputusan di perusahaan. Karena dalam organisasi keputusan apapun dibuat berdasarkan informasi yang relevan dihasilkan dari sistem informasi.

2. Koordinasi antar Departemen.

Sistem informasi juga membantu dalam membangun hubungan antara setiap orang dari departemen ke departemen melalui pertukaran informasi yang tepat dan efektif.

3. Menemukan Masalah.

Sistem informasi memberikan informasi yang relevan tentang setiap aspek kegiatan. Jadi, jika ada kesalahan yang dibuat oleh manajemen maka sistem informasi manajemen membantu dalam mencari solusi dari masalah yang terjadi.

4. Membandingkan Kinerja Bisnis.

Sistem informasi menyimpan semua history data dan informasi dalam basis data-nya. Itu sebabnya sistem informasi sangat berguna untuk membandingkan kinerja bisnis.

Dengan bantuan sistem informasi yang terintegrasi, perusahaan dapat menganalisis kinerjanya, apapun yang dilakukan tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya, dan kinerja bisnis pada tahun berjalan. Hal lainnya adalah mengukur pengembangan dan pertumbuhan perusahaan.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Sesuai dengan definisi para ahli, sebagai salah satu bentuk strategi di dalam internal perusahaan maka penerapan sistem informasi manajemen memiliki beberapa tujuan, sebagai berikut:

  • Pengumpulan data dapat menyediakan informasi yang bisa mendukung pengambilan keputusan.
  • Informasi sebagai perencanaan, pengendalian, evaluasi dan juga perbaikan lanjutan.
  • Sistem informasi sebagai dasar untuk perhitungan harga produk, jasa maupun untuk tujuan lainnya sesuai yang diinginkan manajemen.

Baca Juga:

Kategori Sistem Informasi Manajemen

Ruang lingkup sistem informasi manajemen yang luas menggabungkan banyak sistem khusus. Kategori utama dalam sistem ini meliputi:

1. Executive Information System (EIS).

EIS digunakan untuk membuat keputusan yang memengaruhi seluruh perusahaan. Eksekutif membutuhkan data dengan tingkat akurasi yang tinggi dan kemampuan untuk menelusuri data tersebut.

2. Marketing Information System (MkIS).

MkIS digunakan untuk melaporkan efektivitas history proses pemasaran dan saat ini. Dan digunakan sebagai data yang dianalisa untuk merancang perencanaan proses pemasaran di masa depan.

3. Business Intelligence System (BIS).

BIS digunakan untuk membuat keputusan bisnis berdasarkan pengumpulan, integrasi, dan analisis informasi dan data yang dikumpulkan. Sistem ini mirip dengan EIS, tetapi manajer dan eksekutif tingkat bawah menggunakannya.

4. Customer Relationship Management System (CRM).

CRM digunakan untuk menyimpan informasi penting tentang pelanggan, termasuk informasi kontak, penjualan sebelumnya, dan peluang penjualan. manajemen pemasaran (baca: Definisi Manajemen Pemasaran), layanan pelanggan, penjualan, dan pengembangan bisnis sering menggunakan CRM.

5. Sales Force Automation System (SFA).

SFA berguna untuk mengotomatiskan banyak tugas yang dilakukan oleh divisi penjualan. Ini dapat mencakup manajemen kontak, pembuatan dan pelacakan kontak, dan manajemen pesanan.

6. Transaction Processing System (TPS).

TPS dapat berupa sistem point of sale (POS) seperti mokapos, pawoon, atau sistem yang memungkinkan wisatawan/pengunjung restoran untuk mencari kamar/kursi seperti jenis, kisaran harga, dan jumlah tempat tidur.
Manajemen dapat menggunakan data yang dibuat untuk melaporkan trend penggunaan dan melacak penjualan dari waktu ke waktu.

7. Knowledge Management System (KMS).

KMS digunakan untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah.

8. Financial Accounting System (FAS).

FAS digunakan untuk departemen yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan, seperti untuk menghitung hutang dagang (AP) dan piutang dagang (AR).

9. Human Resource Management System (HRMS).

HRMS/HRIS digunakan untuk melacak, catatan kinerja karyawan dan data penggajian. Contohnya software APS HRD System

10. Supply Chain Management System (SCM).

SCM digunakan oleh perusahaan manufaktur untuk melacak aliran sumber daya, bahan, dan layanan dari pembelian hingga produk akhir dikirim.

Baca Juga: Manajemen Keuangan: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip, Konsep dan Ruang Lingkup

Manfaat Sistem Informasi Manajemen Bagi Perusahaan

Implementasi sistem informasi pada perusahaan akan memberikan banyak benefit yang baik. Adapun manfaat sistem informasi manajemen, diantaranya:

  1. Memudahkan pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan, dan pendelegasian tugas kerja kepada setiap departemen yang terkoneksi.
  2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi data secara akurat dan realtime.
  3. Memaksimalkan produktivitas dan menekan biaya dalam perusahaan atau organisasi.
  4. Meningkatkan kualitas manajemen sdm (baca: Definisi Manajemen SDM), karena unit sistem kerja yang terintegerasi, terkoordinasi dan sistematis.

Dengan mempelajari sistem informasi manajemen lebih dalam kamu akan lebih mengetahui fungsi, tujuan, kategori dan manfaat bagi perusahaan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *