Apa Yang Dimaksud Dengan Skala Ekonomi (Economies of Scale)?

Apa Yang Dimaksud Dengan Skala Ekonomi (Economies of Scale)
Photo by ELEVATE from Pexels

Kegiatan ekonomi di dunia ini telah berlangsung selama berabad-abad. Perekonomian mengalami perkembangan yang sangat signifikan, dimana proses produksinya lebih cepat dan jenis produk yang semakin beragam.

Bicara tentang perkembangan produksi, dari yang tadinya biasa dilakukan dengan peralatan sederhana dan tradisional, kini berkembang dengan peralatan berteknologi tinggi. Ini membuat proses produksi lebih praktis, efektif dan efisien. Dampak tambahan meningkatkan volume produksi tetapi menurunkan biaya produksi. Hal inilah yang kemudian mendasari terciptanya teori skala ekonomi.

Apa itu Skala Ekonomi (Economies of Scale)?

Pengertian skala ekonomi adalah teori yang menggambarkan fenomena penurunan biaya produksi per unit dalam suatu perusahaan yang disertai dengan peningkatan volume produksi atau output. Jadi, semakin besar perusahaan maka akan semakin rendah biaya produksi per unit produk yang akan dihasilkan.

Lalu, bagaimana produksi bisa meningkat tetapi sebenarnya menurunkan biaya unit produksi? Secara logika, setiap kenaikan produksi biasanya diikuti dengan kenaikan biaya produksi per unit. Dapat diasumsikan bahwa faktor produksi, seperti bahan baku (input) dan tenaga kerja, juga mengalami kenaikan, sehingga berdampak pula pada kenaikan biaya produksi per unit. Asumsi ini mungkin benar, tetapi tidak selalu benar.

Produksi massal atau jumlah besar dapat mengurangi biaya produksi per unit. Sederhananya, membeli material atau bahan baku biasanya akan mendapatkan potongan harga sehingga harga komoditas tersebut (input) menjadi lebih murah. Dengan jam kerja dan jumlah pekerja yang sama, mengolah bahan baku menjadi produk-produk ini menyebabkan biaya produksi menjadi lebih rendah.

Contoh sederhananya seperti, bisnis konveksi memiliki biaya tetap 100 juta rupiah per bulan dengan total produksi 50000 unit, sehingga biaya produksi per unitnya 20 ribu rupiah. Perusahaan mempunyai stok bahan baku yang banyak, karena pembelian dilakukan dalam jumlah banyak sekaligus. Kemudian, jika perusahaan mampu memotivasi karyawan agar termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kinerjanya, maka dalam sebulan perusahaan dapat berproduksi hingga 70000 unit maka biaya produksi per unit kurang dari 13 ribu rupiah.

Dengan demikian, skala ekonomi dapat dipahami sebagai manfaat yang diperoleh perusahaan untuk mencapai efisiensi biaya. Efisiensi perusahaan ini biasanya dipengaruhi oleh ukuran atau skala perusahaan. Perusahaan yang berskala besar cenderung lebih efisien jika dibandingkan perusahaan yang berskala kecil.

Jenis dan Macam Skala Ekonomi

Skala ekonomi atau economies of scale dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu internal dan eksternal. Definisi skala ekonomi internal adalah keuntungan efisiensi yang diperoleh dari faktor-faktor yang berasal dari dalam perusahaan. Sedangkan, pengertian skala ekonomi eksternal adalah keuntungan efisiensi yang diperoleh dari faktor eksternal perusahaan.

1. Skala ekonomi internal

Sebuah perusahaan dikatakan telah mencapai skala ekonomi internal jika telah mampu mengurangi biaya dan meningkatkan volume produksinya. Pada umumnya perusahaan skala besar juga memiliki modal yang cukup besar sehingga dapat pula membeli bahan baku dalam jumlah besar.

Dengan adanya produksi massal, biaya produksi per unit bisa ditekan sehingga lebih rendah. Faktor internal perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan efisiensi melalui skala ekonomi internal dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Kemampuan teknis untuk membuat proses produksi menjadi efisien. Perusahaan manufaktur biasanya memiliki peralatan khusus dengan teknologi yang canggih untuk menjalankan proses produksinya. Ketersediaan peralatan ini memungkinkan proses produksi berjalan lebih efisien.
  • Kekuatan monopsoni perusahaan. Ketika perusahaan membeli lebih banyak bahan mentah, perusahaan dapat menegosiasikan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaing. Misalnya, supermarket grosir cenderung menawarkan harga yang lebih rendah daripada toko biasa, karena mereka memiliki daya beli yang memberi mereka keuntungan monopsoni dari skala ekonomi.
  • Keterampilan manajemen. Perusahaan dapat mempekerjakan tenaga ahli untuk mengelola perusahaan cabang di daerah tertentu. Misalnya sebuah perusahaan memiliki sales executive yang berpengalaman sehingga mampu memasarkan dan menarik masyarakat luas.
  • Kapasitas finansial. Sumber daya keuangan tidak dapat disangkal signifikan dalam operasi perusahaan. Adanya sumber keuangan yang memadai juga menunjukkan bahwa perseroan memiliki permodalan yang kuat, baik melalui penjualan saham atau pinjaman. Perusahaan skala besar biasanya memiliki nilai saham yang bagus, sehingga mudah untuk mendapatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan besar juga semakin mudah memperoleh pinjaman dari bank dengan peringkat kredit tinggi. Artinya, dalam setiap pinjaman, perseroan akan mendapatkan bunga obligasi yang lebih rendah.
  • Jaringan dalam bisnis online. Kemampuan perusahaan untuk mengadopsi teknologi digital memberikan peluang untuk memasarkan dan menjaring pelanggan secara online. Fasilitas dan infrastruktur pendukung seperti toko, etalase produk, dan lain-lain tidak dikenakan biaya. Sistem online dapat dilakukan melalui jaringan internet yang ada. Praktis serta biaya yang dikeluarkan perusahaan jauh lebih rendah.

2. Skala ekonomi eksternal

Sebuah perusahaan bisa meraih keuntungan efisiensi dengan memanfaatkan faktor-faktor eksternal perusahaan. Seiring dengan perkembangan bidang industri akan dibarengi dengan pembangunan infrastruktur dan jaringan transportasi yang jauh lebih baik. Perkembangan dunia industri juga memicu pembangunan infrastruktur dan jaringan komunikasi pada wilayah-wilayah tertentu. Tentunya berbagai fasilitas tersebut dapat digunakan oleh semua perusahaan yang beroperasi atau bekerja dalam lingkup industri ini. Selain itu, pengembangan fasilitas ini niscaya akan berdampak positif bagi pelaku usaha pada industri tersebut.

Akan sulit bagi perusahaan skala kecil untuk memperoleh manfaat efisiensi dari skala ekonomi eksternal. Sulit tidak berarti bahwa sama sekali tidak mungkin memanfaatkan faktor eksternal untuk memperoleh manfaat efisiensi dari skala ekonomi eksternal. Caranya yaitu dengan bekerjasama dengan beberapa perusahaan skala kecil lainnya untuk memanfaatkan letak geografis suatu daerah. Misalnya seperti restoran, galeri, kafe dan lain-lain untuk membuka usaha di area tertentu yang berdekatan satu sama lain.

Dampak Positif Dari Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh semua negara, bahkan jika suatu negara sudah dalam keadaan sejahtera. Tentunya perkembangan ekonomi ini berdampak pada suatu negara, salah satunya adalah positif.

Dikutip dari buku Economic Development and Community Empowerment (2018) karya Muhammad Hasan dan Muhammad Azis, diterangkan beberapa dampak positif dari suatu pembangunan ekonomi, yaitu sebagai berikut:

  • Meningkatkan tingkat produksi

Salah satu tujuan pembangunan ekonomi yaitu untuk peningkatan produk domestik bruto ( PDB). Konsep PDB secara makro diartikan sebagai produksi atau output, yaitu produksi barang dan jasa. Dengan pendekatan pembangunan ekonomi maka perekonomian akan mengalami perkembangan, berupa peningkatan barang dan jasa di suatu negara.

  • Adanya beberapa alternatif fasilitas

Dengan meningkatnya produksi barang dan jasa, hal ini akan membuat masyarakat semakin terbuka terhadap berbagai pilihan. Kebebasan ini tentunya menguntungkan bagi produsen karena masyarakat memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Contohnya seperti manfaat masyarakat adalah kemudahan membeli barang atau kemudahan memilih alat transportasi.

  • Ada perubahan dalam aspek sosial, politik, dan ekonomi

Pembangunan ekonomi adalah proses jangka panjang. Karena bersifat jangka panjang (long term), maka perubahan yang terjadi sebagai akibat pembangunan ekonomi tidak hanya bersifat fisik, namun juga akan berdampak pada perubahan lingkungan sosial, politik, dan ekonomi. Contohnya pada perubahan dalam ranah sosial adalah perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, seperti gagasan atau pendapat orang tentang sains. Perubahan di sektor ekonomi antara lain peningkatan tingkat pendapatan masyarakat dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, perubahan di bidang politik antara lain terbukanya pemahaman demokrasi dan sistem politik yang lebih adil.

  • Meningkatkan nilai-nilai persatuan

Pembangunan ekonomi yang dilakukan, maka dapat dikatakan rakyat negara tersebut sejahtera. Setelah kebutuhan masyarakat terpenuhi, mereka akan mulai memperhatikan lingkungannya sebagai kompensasi diri. Ketika kesejahteraan masyarakat kian tinggi, maka akan ada kecenderungan untuk mulai memperhatikan isu-isu terkait keadilan, khususnya yang terkait dengan hak asasi manusia (HAM).

  • Tingkat kesejahteraan sosial yang meningkat

Perkembangan ekonomi yang berlangsung dalam bentuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan mengarah pada ekonomi masyarakat yang berkembang. Ekonomi yang berkembang secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan bertambahnya pendapatan masyarakat maka otomatis kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.

Dalam buku Economic Development (2018), karya Christea Frisdiantara dan Imam Mukhlis, menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan hidup di bidang kesehatan dan pemenuhan di sektor pendidikan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, pembangunan ekonomi yang berhasil dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terdiri dari 3 (tiga) hal yaitu peningkatan pendapatan, terpenuhinya kebutuhan hidup dibidang kesehatan, serta terpenuhinya kebutuhan vital di sektor pendidikan.

Kesimpulan

Skala ekonomis dinilai dapat memberikan dampak dan manfaat positif bagi usaha-usaha skala besar. Semakin besar ukurannya maka perusahaan akan melakukan produksi massal sehingga biaya produksi per unit produk cenderung lebih murah.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan skala besar tidak dapat memperoleh manfaat efisiensi dari skala ekonomi jika mereka tidak merumuskan dan menerapkan kebijakan manajemen, yang mengakibatkan operasi bisnis menjadi tidak efisien. Ini dikenal sebagai skala disekonomis, kebalikan dari economies of scale (skala ekonomi).

source: simulasikredit.com

1 Shares:
Leave a Reply