Unsur Ekstrinsik Cerpen Yang Mempengaruhi Cara Penulisan Cerita Pendek

Unsur Ekstrinsik Cerpen Yang Mempengaruhi Cara Penulisan Cerita Pendek

Membuat karya sastra cerpen harus memiliki unsur-unsur ekstrinsik. Unsur-unsur tersebut yang menjadikan cerpen menjadi karya yang enak untuk dinikmati. Ada beberapa unsur ekstrinsik yang harus terpenuhi di dalam cerpen.

Untuk mengetahui apa saja unsur-unsur ekstrinsik cerpen, mari kita ulas satu persatu secara lebih rinci.

Apa itu Unsur Ekstrinsik Cerpen?

Yang dimaksud dengan unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur pembentuk cerita yang berasal dari luar cerpen. Meskipun bersumber dari luar cerpen, namun unsur intrinsik cerita sangat mempengaruhi jalan cerita dan juga tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut.

Baca Juga: Pengertian Cerpen, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Contoh Lengkapnya

Unsur-Unsur Ekstrinsik Cerpen

Berikut ini adalah beberapa unsur ekstrinsik yang terkandung dalam cerpen:

1. Latar Belakang Penulis

Latar belakang pengarang sangat mempengaruhi cerita di dalam karya sastra cerpen. Beberapa faktor yang menjadi latar belakang penulis yaitu:

  1. Riwayat Hidup Pengarang

    Riwayat hidup penulis merupakan biografi penulis cerpen secara umum. Kisah hidup seorang penulis cerpen akan sangat mempengaruhi cara berpikir dan cara pandangnya. Cerpen-cerpen yang dihasilkan seorang penulis seringkali diilhami oleh berbagai pengalaman hidupnya. Dan seringkali gaya bahasa cerpen juga dipengaruhi oleh faktor kehidupan seorang penulis cerpen.
  2. Kondisi Psikologis Pengarang

    Dalam konteks ini yang dimaksud dengan kondisi psikologis adalah motivasi atau mood seorang pengarang cerpen dalam membuat cerpen. Kondisi psikologis seorang penulis sangat erat kaitannya dengan produktivitasnya sehingga mempengaruhi isi cerpen yang dibuat. Misalnya, ketika seorang penulis mengalami masalah cinta di kehidupan nyata, cerpen yang dibuat cenderung terkait dengan perasaannya, seperti sedih, bahagia, marah, dan sebagainya.
  3. Aliran Sastra Penulis

    Bagi seorang penulis, genre sastra dianggap sebagai “agama” sehingga sangat mempengaruhi karya tulisnya. Setiap pengarang memiliki genre sastra yang berbeda. Hal inilah yang mempengaruhi gaya penulisan dan genre cerpen yang biasa diangkat oleh seorang penulis dalam setiap karyanya.

2. Latar Belakang Komunitas Masyarakat

Latar belakang sosial masyarakat merupakan unsur ekstrinsik cerita yang bersumber dari kondisi lingkungan masyarakat tempat pengarang berada, sehingga akan mempengaruhi pengarang dalam karyanya. Beberapa hal yang menjadi latar belakang masyarakat adalah:

  1. Ideologi suatu negara

    Sebuah karya sastra dapat dipengaruhi oleh ideologi suatu negara, termasuk juga cerpen. Setiap negara dengan ideologi yang berbeda akan menghasilkan karya sastra yang berbeda-beda pula.
  2. Kondisi politik suatu negara

    Karya sastra juga sangat dipengaruhi oleh kondisi politik suatu negara. Misalnya ketika terjadi konflik politik di suatu negara dalam kurun waktu tertentu, maka karya sastra yang dihasilkan oleh pengarangnya akan berbeda.
  3. Kondisi ekonomi suatu negara

    Seperti halnya kondisi politik, kondisi ekonomi pada suatu negara juga dapat mempengaruhi karya sastra, termasuk karya sastra cerpen.
  4. Kondisi sosial masyarakat

    Kondisi sosial masyarakat juga menjadi faktor yang mempengaruhi suatu karya sastra yang dihasilkan oleh penulis cerita pendek. Para penulis cerpen seringkali terinspirasi oleh hal-hal yang mereka lihat dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Baca Juga: Pengertian Monolog dan Contoh Teks Monolog

3. Nilai dan Norma dalam Masyarakat

Nilai dan norma yang berlaku pada masyarakat juga merupakan unsur ekstrinsik cerpen yang akan mempengaruhi proses pembuatan cerpen. Norma dan nilai inilah yang seringkali melatarbelakangi pembuatan cerpen, antara lain:

  1. Nilai religius

    Banyak hal baik yang terkandung dalam nilai-nilai religius yang kemudian menginspirasi terciptanya sebuah cerpen. Misalnya cerita pendek yang bercerita tentang pertobatan seseorang setelah belajar dan memeluk suatu agama.
  2. Nilai-nilai sosial

    Narasi seringkali diilhami oleh nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Misalnya cerita pendek yang menceritakan bagaimana tokoh-tokohnya berinteraksi sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku ditengah-tengah masyarakat.
  3. Nilai moral

    Dalam konteks ini moralitas berkaitan dengan etika dan akhlak yang berlaku dalam masyarakat. Nilai moral yang ada dalam masyarakat juga bisa menjadi inspirasi untuk membuat cerpen.
  4. Nilai Budaya

    Tidak jarang pengarang karya sastra terinspirasi oleh nilai budaya, tradisi, atau adat istiadat yang berlaku di suatu daerah. Misalnya cerita pendek yang menceritakan tokoh utama yang berasal dari suku tertentu dengan berbagai adat istiadatnya.

Kesimpulan

Unsur-unsur ekstrinsik cerpen sangat mempengaruhi bagaimana cerpen tersebut dapat disajikan. Unsur-unsur ini sangat berkaitan dengan pengalaman yang dimiliki oleh pengarangnya.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *